Popular Post

Tentang Cowok

By : allan's daily

5 KESALAHAN COWOK SAAT PDKT
         Cowok itu adalah pemimpin. Jadi memang sudah seharusnya cowok yang mendekati cewek duluan. Tapi para cowok juga harus hati-hati saat PDKT alias pendekatan. Kalau terlalu berlebihan, bukannya si cewek mendekat nanti malah ilfil deh. Nah, berikut ini SAY akan mengulas tentang beberapa kesalahan cowok saat PDKT. Check it out!

SMS dan Telepon Berlebihan

         Khawatir dan mau tau keadaan si cewek emang wajar. Tapi kalau terlalu sering malah akan membuat si cewek jadi risih. Apalagi kalau isi sms nya selalu itu-itu saja, makin bosan aja dah tu cewek. Untuk cowok yang baru mau kenalan sama cewek, pasti mereka menelepon dengan private number. Entah karena iseng atau malu. Yang jelas itu akan membuat si cewek jadi risih dan merasa sedang dikejar-kejar stalker.

Gombal Berlebihan

        Siapa bilang semua cewek suka digombalin? Gombal emang bisa bikin cewek-cewek melted, tapi sifatnya cuma sementara. Cowok yang suka meng co-pas gombal dari internet, buku, acara televisi, nggak akan mendapatkan perhatian lebih deh. Soalnya jadi dicap nggak kreatif. Apalagi sekarang gombal lebih identik dengan bercandaan. Makin deh, para cewek nggak akan menganggap serius gombalan cowok.

Asal Bikin Panggilan

        Belom apa-apa udah manggil "Ayang, Babe, Cinta". Padahal masih dalam tahap PDKT. Meskipun diluar terlihat manja, tapi sebenarnya cewek gampang ilfeel terhadap cowok yang SKSD.

Memaksakan Pendapat

         Dalam PDKT memang penting dalam mencari topik. Topik yang dibicarakan harus yang menghubungkan kedua belah pihak supaya bisa lebih akrab. Tapi terkadang para cowok suka melampaui batas dan mengobrol tentang hal-hal yang dia suka saja. Kalau ia tipe cowok egois, ia akan memaksakan pendapatnya pada si cewek. Jelas ini akan menggagalkan PDKT.

Terlalu Agresif

       Kategori ini adalah gabungan dari empat bahasan sebelumnya. Cowok yang seperti ini akan selalu menelpon, meng-sms, ng-gombal, cepat memanggil dengan panggilan sayang dan terkadang  memaksa untuk lebih dekat dengan si cewek. Iuh, jangankan dapet si cewek, yang ada si cewek akan Ilfeel dan kabur.

Itulah beberapa kesalahan yang dilakukan cowok ketika melakukan pendekatan menurut hasil survey majalah
SAY. Hai Boys, Cewek itu lebih senang dengan cowok yang tenang dalam melakukan pendekatan. Santai, tapi serius. Pelan-pelan, tapi kejar teruus.


Kijo-160812

Obsesi Fotografi

By : allan's daily
Fotografi, dunia yang sebelumnya nggak gue kenal sama sekali. Asing dan tentu aja nggak terjangkau. Tapi setelah beberapa kejadian gue mulai merasa kalau sense of making picture itu datang. Mungkin karena dari awal gue suka gambar. Itu pun berbeda dengan fotografi karena genre gambar gue tuh Anime. Sedangkan fotografi itu lebih kepada hal-hal yang terlihat nyata. Makanya bagi gue, foto itu adalah lukisan hidup. Bisa bercerita mengenai suatu kejadian dan mengabadikan ciptaan Allah swt. 
Foto ini membuktikannya. Ah, tapi ini sih kayaknya lukisan ya.. hahahaha... 

mm.. Gue paling suka melihat sungai, air terjun,pohon dan langit. itu dalah gambar yang paling indah dan bisa membuat nafas jadi lebih lancar. karena gambar-gambar itu juga gue mulai suka sama fotografi. Alami, keindahan, cahaya, kesejukan, itulah unsur-unsur yang membuat suatu foto itu bagus dimata gue.
Foto.. Foto.. dan Foto.. ambil Foto dari berbagai angle. Semua  gue abadikan di dalam kamera. bukan dari sekedar objek yang difoto, tapi melihat unsur seninya juga. 

Gue punya prinsip untuk nggak taking a picture tapi Making a picture. foto bukan asal jepret, bukan asal gaya, bukan asal ambil. Tapi foto adalah memori. Kenangan yang bisa diceritakan dan bisa dirasakan tanpa diceritakan. Seperti sebuah lukisan, namun semakin menakjubkan karena gambar dalam foto adalah nyata. 

Banyak hal yang pengen gue foto. Makanya sekarang w lagi semangat banget belajar tentang foto. 




Ini Foto temen gue. Gue lupa, tapi ini sih kayaknya gue yang moto. Liat kan ekspresi nya? hahaha... Natural dan alami. Cerita apa yang bisa kalian lihat dari foto ini? Kegalauan? Kesedihan? atau Kasih sayang? Apapun itu, foto ini terlihat lebih dramatis kan? 

Kenapa? karena foto ini diambil secara Candid atau diam-diam. hehehehe. 

Gue suka foto candid. Tapi bukan candid yang asal jepret. Candid juga punya seni tersendiri. Dimana sang fotografer bisa menangkap saat-saatyang paling baik dan mempertahankan ke alami an dari objek yang ditangkapnya.


I love Candid... 

Foto ini nggak Candid. Tapi tetep punya makna kan? hehehe.. Foto ini juga gue yang ambil. 

Menurut kalian apa maknanya?
mm...
ng...
apa ya?
Gadis hutan mungkin yah..



Waaaaaa~ ini salah satu masterpiece gue!! hahahahaha.. ini waktu di bandung. Modelnya Alma Yulana Swasti temen sekalas gue. Gue sengaja bikin foto siluet yang membelakangi cahaya. Menurut gue itu punya nilai yang keren banget XD

Sayangnya ini diambil dengan kamera Handphone. Jadi gambarnya kurang tajam dan kurang terlalu jernih. 


Yang pasti gue sangat suka foto ini.



Bagaimanapun juga, gue mulai tertarik dengan yang namanya fotografi. Di posting selanjutnya, gue akan banyak menulis tentang tehnik fotografi yang udah gue pelajari dan gue kuasai.
さようなら. . .
By : allan's daily

 

Poetry Putri  


PULANG PADA SENJA
kapan senja  akan hilang dari pandangan?
warna nya orange menyilaukan
kepak sayap terbang menuju pulang
membawa berita untuk di sayang

kabar baik untuk mu 
aku sesak dalam rindu

ketika senja sepenuhnya
saat itulah aku pulang 


 AYAH DALAM TUA
ayah. 
aku disini berdiri samar
ketika kau habiskan tuamu dalam kamar
ingat aku kata mu waktu muda
bahwa kita akan renta
ayah. dulu,
lindungi aku dalam tangan mu
ajari aku dalam diam mu
halangi aku menuju semu
menuntun aku pergi, pilu
ayah. kini,
aku tau diam mu pedih
aku tau diam mu merintih
ketika kau tak bisa lagi
berdiri manaungi kami

UNTUK AYAH
tak apa bila kau tak sanggup berdiri
tak apa bila kau tak sanggup berlari
karena kami disini
disisi mu meski tak kau ketahui

sayang berjuta sayang
semua yang kau berikan
tentu saja kan kami ulang
pada mu wahai pondasi dasar tiang

tanpa mu kami rapuh
tanpa mu kami jenuh
tanpa mu kami kan hilang
dalam buaian angan-angan

ayah.. kata ini sudah diulang berjuta 
tapi tetap kami akan mengatakannya
karena jumlah tak ada artinya
bila disanding dengan engkau punya jasa.
Terima kasih.. Ayah..  


By : allan's daily
Gyah, Akhirnya ni blog bisa dubuka setelah setahun lamanya nggak dibuka..
come on.. gue menghilang selama setahun bukan karena males nulis #laridarikenyataan XD

yah, emang ada beberapa alasan yang bikin gue nggak ngebuka blog gue lgi.. satu, karena Ujian Nasional dan juga karena nggak punya uang buat ke warnet... hehehe
tapi sekarang gue udah free, dan kayaknya pekerjaan gue bakal ngeduung banget gue untuk terus nulis di blog.. oh, one more, come on!! banyak banget ide-ide cerita yang pengen gue tulis di blog ini. dan kebanyakan kayaknya bakal artikel dan bukan novel. hehehehe..
yah, novel kepanjangan sih..
ya udeh, yang penting sekarang blog gue udah bisa dibuka dan gue bisa utak-atik sesuka hati gua.. oke terima kasih..
By : allan's daily
            "Eriiiiinn, aduh, kamu udah gede aja ya... padahal dulu itu kamu kecil lho.. imut-imut. sekarang udah jadi gadis manis begini. ayo masuk" lanjut wanita itu sambil merangkul gue dan mengajak gue duduk.
            "gimana Rik? kamu udah ngomong belom sama mas yanto soal erin?" tanya om Ridwan memulai perbincangan.
             "udah kok. dan  mas yanto sudah setuju soal Erin. biarin Erin nemenin aku disini. abisnya satu keluarga cowok semua sih. sepi banget aku cewek sendiri."
             " ya udah kalo gitu. aku juga nggak bisa lama-lama disini. ada klien nunggu. Erin, kamu baik-baik disini ya. Rika tolong jaga Erin ya!" ucap Om Ridwan sambil pamit pulang. 

                   setelah Om ridwan pergi entah kenpa gue jadi ngerasa grogi. tinggal dirumah orang yang belom pernah gue kenal sebelumnya sama sekali buka rencana hidup gue. tapi tante dengan penuh sukacita mau menyambut gue. Ia tersenyum lembut sekali. membuat perasaan gue agak tenang. ah, bukan.. senyumannya membuat gue merasa diterima.
              " kak Tina beruntung punya anak semanis kamu. oh-iya, nama lengkap kamu siapa Rin?" ujar tante sambil menuntun gue menuju kamar tidur. untuk ukuran rumah diatas toko, rumah ini luas juga.
              "hmm.. Erina Amrosia tan.. nama yang aneh yah?"
              "enggak, mamamu emang suka nama-nama yang kayak begitu. tau nggak, tadinya kamu mau di kasih nama apa? Elwing Quensya Resayya... hahahahaha.. namamu itu unik" kata tante Rika sambil membuka koper gue. keliatannya sih mau bantuin gue beresin barang.               "Aduuhh... nggak usah tante! aku bisa ngerjain sendiri kok!"
              " nggak pa-pa ko. kamu kan cape setelah perjalanan jauh. bandung-jakarta."
              " hng.. nggak jauh juga kok tan. cuma 3 jam perjalanan. aku bisa sendiri ko..." gue merasa nggak enak.





ability with you

By : allan's daily
BAB 1









Sudut Pandang Erin......

          Hari itu bener-bener suram. Di Rumah Gue jl.Buah Batu no.16 Bandung, banyak banget orang yang hilir mudik mengucapkan bela sungkawa. Mungkin ini dikarenakan bendera kuning yang tertancap di depan rumah. Nyokap gue meninggal dunia akibat kecelakaan mobil. Itu terjadi baru tadi pagi. Orang yang gue panggil "ibu" itu, memaksa menjemput gue  dari sekolah dengan mobil yang susah payah Ia dapatkan. Dan.. ia malah kecelakaan terus meninggal dunia. Gue sempet bicara dengannya waktu ia masih di UGD. Lalu dengan entengnya Ia cuma bilang.
                     " Ini Sih gak masalah. hehehe. kamu harus bisa jaga diri" hal yang nggak perlu Ia bilang gue juga udah tau.           

          Pemakaman berlangsung dengan hikmat. Gue melihat dengan jelas jenazah nyokap di kebumikan. hati gue teriris, menjerit seakan nggak rela melepas jenazah itu pergi. Tetapi setetes airmata pun tak kunjug keluar ari pelupuk mata gue. Hanya berdiam melihat prosesi itu dilaksanakan. Tanpa sadar semuanya udah selesai. Dan sekarang gue bener-bener sendirian. Diri ini duduk di sofa ruang tamu. Menunggu seseorang yang dengan suka rela mau megadopsi gue. Karena sekarang gue bener-bener sendirian. Sebelum ini, bokap gue meninggal dunia pada saat gue berumur 12 tahu karena sakit. Di dunia fana ini, gue sendirian.
                   " Rumah ku terlalu kecil. kalian tahu kan?" Sela salah satu saudara gue. Kelihatannya Ia keberatan banget gue tinggal dirumahnya.
                   " Hei... kalo di rumahku udah ada lima orang anak! nggak mungkin di tambah lagi kan? mau tidur dimana dia" kata seseorang lagi. Gue sih ngerti, keapa mereka semua nggak mau menerima gue. setiap orang unya masalah. dan sebenernya gue nggak mau ngebebanin mereka. Apalagi hubungan gue dan mereka nggak terlalu deket. selama ini gue cuma tinggal berdua sama 'ibu'. Dan mereka sama sekali nggak mau jengukin gue ama 'ibu' waktu dulu. 'ibu' memang nggak bisa akrab sama saudara ayah.
                   "ok-ok.. tadi saya mendapatkan kabar dari Rika, saudara satu-satunya almh.Tina yang ada di Jakarta. Katanya mereka bersedia merawat Erin disana. Kamu mau kan Rin tinggal di Jakarta?" Tanya Om Ridwan, kakaknya ayah. Cuma orang ini yang gue kenal diantara saudara-saudara ayah yag lainnya. Om Ridwan emang baik dan selalu mampir untuk ngeliat keadaan gue dan 'ibu'. Gue mengangguk pelan tanda setuju. Hanya itu yang mampu gue lakukan untuk menjawab om Ridwan. Bener-bener nggak mampu ngomong apa-apa lagi. Terserah jadinya mau gimana...

Erina Amrosia

Ternyata omongan om Ridwan nggak main-main. esoknya gue langsung dianterin om ridwan ke Jakarta. Rumah ang di bandung sementara di kosongin dulu sampe gue balik lagi kesana. Rasanya nggak enak juga kalo begini. Nggak enak kalo numpang di rumah orang. Apalagi orang uang belum gue kenal dengan baik.
          "Er.. kamu bakal tinggal di rumahnya om yanto. suaminya tante Rika. tante rika itu adik angkat ibu kamu." jelas om Ridwan saat di perjalanan.
          "mereka kok mau ngadopsi saya om? kan saya nggak punya hubungan darah sama tante Rika."
          "soalnya, tante Rika itu berhutang budi banget sama almh.ibu kamu. tante Rika itu yaim piatu, dan yang mengadop tante rika dulu ya almh.ibunu. almh.ibumu mengurus semua biaya pendidikan tante Rika sekaligus semua keperluannya. Ah, kejadian itu sebelum kamu lahir. kemarin juga kan tante rika ke bandung untuk melayat. cuma kamu lagi tidur. jadi nggak bisa ngeliat tante rika and keluarganya deh.." jelas m ridwan sekali lagi. gue emang nggak tau banyak tentang saudara gue yang dari 'ibu'. setau gue malah 'ibu' ggak punya saudara.
               setelah 3 jam perjalanan akhirnya gue sampai juga di kediaman tante Rika. Tapi aneh, yang ada di hadapan gue sekarang adalah bangunan toko yang di etalasenya memajang baju-baju remaja yang keren abis. emang sih, om ridwan pernah bilang kalo tante punya usaha dibidang busana. tapi gue nggak nyangka kalo rumahnya ada di dalem toko begini. Gue dan om ridwan memasuki toko yag di display sempurna itu. kami menaiki anak tangga unik di belakang kasir. su penjaga kasir tersenyum menyambutku dan om ridwan. ternyata rumah induk memang ada di lantai 2. ketika om ridwan membuka pintu coklat besar berukir itu terlihatlah wanita separuh baya menyambut kami.
               "akhirnya dateng juga.." wanita itu tersenyum ramah. untuk ukuran ibu-ibu, wanita ini cantik banget. kalo dilihat dari face sih, mirip banget sama cut mini. gue tersenyum melihat wanita itu.


ke post selanjutnya...
yohoho
Tag : ,

MENGIRIM NASKAH NOVEL KE PENERBIT

By : allan's daily

SEPT,03,2010
for everyone

Untuk penulis pemula, biasanya setelah menyelesaikan naskah novelnya, mereka suka kebingungan bagaimana cara mengirim naskah novel tersebut ke penerbit dan juga ke mana.
Berikut ini adalah uraian singkat agar naskah novel bisa sampai ke tangan penerbit dengan aman dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.


  1. Bila anda sama sekali baru dan hendak mengirimkan naskah novel ke penerbit, siapkan print out NOVEL yang disertai dengan SINOPSIS PENDEK, kalau bisa dilengkapi DAFTAR KELEBIHAN NASKAH NOVEL ANDA DIBANDINGKAN NOVEL YANG BEREDAR DI PASARAN, SEGMEN PASAR YANG DITUJU; ANAK-ANAK, REMAJA atau DEWASA, dan jangan lupa BIODATA singkat dilengkapi alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
Ini akan mempermudah pihak penerbit membaca naskah anda, karena mereka tidak perlu ngeprint. Saya menyarankan untuk tidak mengirim soft copy via internet karena selain membuat penerbit lebih ribet kalau mau membacanya, juga untuk menghindari penyalahgunaan naskah anda. Soft copy atau file baru anda serahkan kalau naskah anda dinyatakan akan diterbitkan.


  1. Bila anda mengirimkannya lewat pos atau ekspedisi pengiriman, pastikan anda mengisi semua daftar kolom isian untuk pengirim dan penerima. Hal ini untuk melacak bila terjadi sesuatu dengan naskah anda. Misalnya, naskah anda tidak sampai ke tujuan.


  1. Bila anda hendak menyerahkannya langsung pada penerbit, mintalah tanda bukti penyerahan naskah dan tanyakan kepada siapa anda mengurus follow up naskah anda tersebut dan berapa lama anda akan dapat kabar. Biasanya lebih kurang 3-6 bulan. Makin besar penerbit yang anda tuju, makin lama pula waktu untuk menerima kabar diterima atau ditolak.


  1. Bagi yang sudah terbiasa menulis atau bekerja sama dengan penerbit tentu tidak masalah untuk mengirimkan via email karena cepat dan mudah, dan lebih praktis. Kemungkinan untuk disalahgunakan juga kecil karena sudah saling kenal.


  1. Kalau anda sudah mengirimkan naskah, selama tiga bulan tidak ada kabar, tanyakan tentang naskah tersebut. Ada penerbit yang kadang-kadang sudah tahu jawaban penolakan, tapi karena banyaknya pengiriman surat penolakan itu biasanya dibarengkan dengan penolakan naskah-naskah lainnya. Jadi, kalau sudah tiga bulan anda menanyakan dan dapat kabar penolakan, anda bisa menawarkan naskah tersebut ke penerbit lain.


  1. Apakah etis menyerahkan/mengirimkan satu naskah ke beberapa penerbit yang berbeda-beda dalam satu waktu? Jawabannya, bisa beragam. Namun menurut saya pribadi, tidak etis. Lebih baik mengirimkan naskah ke satu penerbit lebih dulu baru ketika ditolak, anda bisa tawarkan ke penerbit lain. Lebih ribet juga kalau misalnya anda menyerahkan kedua penerbit sekaligus, beruntung kalau keduanya menolak, anda bisa menawarkan ke penerbit yang lain; bagaimana kalau keduanya berniat menerbitkan? Bagaimana anda akan bicara kepada keduanya? Tidak mudah kan?
Dan kalau salah satu penerbit itu tahu alasan anda menariknya, kemungkinan penerbit akan memblack list nama anda karena mereka sudah susah payah capek hilang waktu untuk membaca, mutusin terbit tapi anda kemudian menolaknya karena anda lebih memilih penerbit lain. Jadi, lebih baik ke satu penerbit dulu bila dalam waktu tiga bulan tidak ada jawaban, tanyakan apa anda bisa menariknya kembali untuk ditawarkan ke penerbit lain. Itu lebih mudah diterima.


  1. Apakah benar ada penyalahgunaan naskah yang dikirim dikatakan tidak diterbitkan lalu diolah, diubah sana sini lalu diterbitkan dengan nama lain? Selama ini, kasus seperti itu jarang terjadi. Karena menulis itu sulit, mengubah segala sesuatu juga sulit. Waspada dan hati-hati memang perlu, tapi tidak perlu takut. Biasanya naskah yang ditolak dikembalikan bila disertai perangko yang cukup, tapi bila tidak dalam waktu setahu akan dihancurkan.


  1. Ke mana dikirimkan? Ada banyak penerbit di Indonesia, anda bisa mencari sendiri alamat-alamat penerbit dan melihat jenis buku terbitannya di toko-toko buku, untuk melihat apakah jenis tulisan anda cocok untuk anda kirimkan ke penerbit tersebut.
Berikut ini adalah alamat beberapa penerbit, anda bisa browsing ke sana untuk melihat alamat dan contac personnya;
GRASINDO   www.grasindo.co.id
GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA  www.gramedia.com
GAGAS MEDIA  www.gagasmedia.net

Selamat menulis dan mengirimkan naskah. Semoga bermanfaat.

- Copyright © Halaman Kijo - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -